Berita

20170731071447-paperwork-read-write-discuss-review-513x278.jpg?token=acc2e2e46b6e8bcee51e22ed0d1b6c10

Kinerja Cemerlang ERAA di tahun 2018 dengan pertumbuhan pendapatan 43% ke Rp 34.7 triliun dan Laba Bersih meningkat 150% menjadi Rp 850.1 miliar

Jakarta, 5 April 2019 – PT Erajaya Swasembada, tbk (ticker code: ERAA. IJ), salah satu perusahaan distributor dan retail handset terbesar di Indonesia, baru saja merilis laporan keuangan tahun 2018, ERAA mencatat pencapaian kinerja keuangan yang sangat memuaskan dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 43%, yang disebabkan oleh peningkatan penjualan melalui ekspansi pasar yang dilakukan secara agresif di Indonesia.

 

Beberapa ringkasan kinerja keuangan ERAA pada periode tahun 2018 adalah sebagai berikut:

  • Penjualan bertumbuh 43% YoY dari Rp 24,2 triliun di tahun 2017 menjadi Rp 34,7 triliun di tahun 2018, dimana peningkatan ini dikontribusi oleh peningkatan volume penjualan smartphone.
  • Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik sebesar 150% YoY dari Rp 339,5 miliar menjadi sebesar Rp 850,1 miliar selama tahun 2018.
  • Peningkatan beragam jenis produk yang banyak diminati pasar menyebabkan kenaikan margin kotor dan laba bersih, masing-masing sebesar 9,1% dan 2,5% di tahun 2018.

 

Budiarto Halim, Presiden Direktur PT Erajaya Swasembada Tbk, mengatakan, “Kami dengan bangga mengumumkan hasil kinerja positif ERAA di tahun 2018 dengan pertumbuhan penjualan mencapai 43% dan laba bersih sebesar 150%. Pencapaian ini sangat luar biasa, jika dibandingkan dengan kondisi pasar yang secara umum tidak tinggi pada tahun sebelumnya. Kami melihat tahun 2018 memiliki momentum yang positif dalam penjualan smartphone. Saat ini, smartphone sudah dianggap menjadi bagian penting sebagai pendukung aktivitas sehari-hari. Semakin hari, semakin banyak pelanggan yang tertarik dengan smartphone berkualitas dengan harga terjangkau.”

 

Hasan Aula, CEO ERAA menambahkan “Dalam rangka mengembangkan skala bisnis ERAA dan menangkap peluang  atas permintaan pasar, saat ini modal kerja kita, terutama pada stok persediaan meningkat hingga akhir tahun 2018. Dalam hal ini, perputaran rata-rata perputaran persediaan kami meningkat hingga diatas 50 hari, yang menyebabkan meningkatnya perputaran arus kas Perseroan. Oleh sebab itu, level pinjaman bank kami pun meningkat. Kami, sebagai manajemen ERAA, mempertimbangkan hal-hal tertentu sebagai prioritas utama kami. Faktanya, saat ini kami dalam proses mengambil langkah-langkah untuk berubah bersama dengan principals dan partners untuk meningkatkan kinerja ke depannya.”

 

Pada tahun 2018, Erajaya menjual lebih dari 16 juta smartphone, naik sekitar 30% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Rata-rata harga penjualan produk (ASP) juga meningkat sekitar 13% dan mencapai Rp 1,8 juta. Hal ini memberikan penetrasi pasar yang lebih baik dan memperlihatkan minat yang tinggi terhadap smartphone berkualitas dengan harga terjangkau. Sebagai tambahan, teknologi yang semakin berevolusi mendorong setiap brand untuk menciptakan smartphone terkini yang sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pasar.

 

Untuk melakukan ekspansi dalam memasarkan produknya, ERAA juga membuka toko retail secara agresif selama tahun 2018, yaitu dengan membuka 212 toko di Indonesia, Malaysia dan Singapore dengan total toko yang dimiliki sejumlah 936 toko Retail.