Tanggung Jawab Sosial

4.jpg

Kerjasama Erajaya Group dan Kemendikbud untuk Meningkatkan Kompetensi Siswa dan Guru SMK di Industri Ritel

Jakarta, 19 Juni 2019 – Erajaya Group, perusahaan terbesar yang terintegrasi di bidang importir, distribusi dan riteler peralatan telekomunikasi di Indonesia, melalui kegiatan CSR-nya di bidang pendidikan melakukan kerja sama dengan Kemendikbud selaku pembina lulusan SMK. Tujuan kerjasama ini adalah meningkatkan kompetensi SMK di bidang bisnis dan manajemen, di antaranya; (1) Penyelarasan kurikulum dan bahan ajar (2) Pelatihan guru produktif (3) Sertifikasi kompetensi bagi Guru dan Siswa (4) Program Corporate Social Responsibility (5) Fasilitasi praktek kerja industri (Prakerin) bagi peserta didik SMK bidang bisnis dan manajemen dan (6) fasilitasi perekrutan lulusan SMK bidang bisnis dan manajemen. Melalui kerja sama ini, sasaran SMK pelaksana kerja sama akan diperluas ke setiap daerah yang berada di titik distribusi atau outlet ritel Erajaya Group yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

“Dengan kerja sama ini, Erajaya Group dan Kemendikbud, memiliki komitmen untuk mendukung proses pembelajaran di SMK dengan keterlibatan industri yang lebih intensif, saat ini sejak tahun 2018 kami sudah menyerap 250 tenaga kerja dari siswa SMK Jabodetabek yang sudah mendapatkan pelatihan secara komprehensif. Target kami untuk selanjutnya kami akan terus memperluas cakupan wilayah program ini sehingga dapat menyerap seluruh tenaga kerja di berbagai daerah yang siap terjun ke industri.” demikian dikemukakan Jimmy Peranginangin selaku HR Director Erajaya Group.

Sebagai wujud komitmen untuk mendukung kerjasama ini, Erajaya meluncurkan aplikasi  Erajaya Micro Learning (EMil) yang merupakan aplikasi pengembangan diri yang dikembangkan bersama Kemendikbud dalam mempersiapkan kompetensi dan keterampilan guru maupun siswa SMK di era digital, khususnya industri ritel. “Aplikasi ini di rancang untuk menunjang sarana belajar yang komperhensif melalui one stop solution service demi menyiapkan dan menyediakan lulusan SMK yang kompeten dan siap kerja di dunia ritel. Tidak hanya itu, dengan hadirnya aplikasi ini juga menandakan Erajaya Group siap menyediakan lapangan kerja dalam mendukung program pemerintah,” lanjut Jimmy Peranginangin.

Selain meluncurkan aplikasi Emil, pada hari ini Erajaya Group dan Kemendikbud mengumumkan pemenang E-Competition  yaitu kompetisi pembelajaran dan kuis secara digital melalui aplikai EMil yang diikuti oleh 380 siswa dari total 20 SMK dengan periode kompetisi bulan Mei hingga Juni 2019. Peserta berkompetisi untuk mendapatkan nilai terbaik dan terdapat satu finalis dari setiap SMK yang mengikuti kompetisi. Dari total 20 finalis dipilih tiga pemenang dengan nilai terbaik yang menjadi juara satu, dua dan tiga dengan hadiah gadget dan hadiah hiburan lainnya.

Aplikasi EMil ini dapat diakses oleh lebih dari 6.000 SMK dan sekitar 1.200.000 murid dengan jurusan bisnis dan manajemen yang terdaftar di Kemendikbud di seluruh Indonesia. Aplikasi yang dapat di buka melalui website ataupun diunduh melalui device berbasis Android ini memiliki beberapa fitur unggulan, seperti :

  • Academy Class: Tempat para siswa SMK belajar mandiri online (learning journey) yang tediri dari e-module atau materi, video, serta latihan soal yang bekaitan dengan kompetensi industri ritel sesuai dengan kelasnya.
  • “Guru” Bootcamp: Ruang belajar untuk para guru terkait pengetahuan dan keterampilan seputar teknologi gadget dan dunia ritel.
  • Certification Class: Materi khusus yang dipersiapkan Erajaya bagi siswa dan siswi SMK yang duduk dikelas XI  dan XII yang akan diseleksi untuk berkesempatan magang dan bekerja  di Erajaya.
  • Yuk, Magang!: Tempat bagi siswa SMK yang ingin mendaftarkan diri untuk magang dan mencari pengalaman bersama Erajaya Group
  • Hiring: Bagi siswa SMK yang tertarik bekerja di industry ritel, bisa bergabung dengan Erajaya melalui fitur ini.

Hasil dari kerja sama ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak yaitu pertumbuhan bisnis yang positif bagi Erajaya melalui penyediaan tenaga kerja yang kompeten, serta meningkatnya angka keterserapan lulusan SMK yang siap berkompetensi matang di dunia industri.